Skip to content

Sedikit Paragraf Tentang Anda

Maret 28, 2012

Created By: Rudiny Muhammad

Ingin sekali menuliskan beberapa paragraf untuknya, Tulisan yang menggambarkan betapa besar rasa penyesalan hati yang semoga saja dia baca. Permohonan maaf saya yang berulang – ulang. Yang ternyata sering sekali menyiksanya. Terutama banyak membuatnya menangis.

Saya pernah mengatakan sesuatu padanya di suatu malam yang entah itu dianggapnya hanya rayuankah? “Saya akan mengganti tiap air mata Anda yang menetes sia – sia demi saya”, tidak kepikiran juga kala itu seandainya dia meminta ganti air matanya dengan sejumlah uang, hehehe ! Tapi seandainya dia berucap demikian, ya saya akan ganti walau mohon dulu biar bisa nyicil.

Sayangnya setelah itu dia tak membalas apa – apa. Lalu saya tak diam begitu saja, merasa tak ada jawaban kemudian saya bombardir dengan pesan yang lebih indah dan semoga dapat meluluhkan hatinya yang memang akhir – akhir ini agak sedikit mengeras. Walau kemampuan bahasa saya belum sampai pada tingkat untuk bisa dipakai merayu.

Pesan itu saya mulai dengan pujian, “Mungkin, Andalah wanita terbaik yang pernah hadir di hidup saya” tulis saya pada pembukaannya. Setengah memuji, setengah memompa dadanya. “Mana ada Wanita yang mau mencintai saya dengan sangat lamanya. Mana ada Wanita yang rela menangis untuk Pria yang jelas – jelas tak dapat mengusap airmatanya.” Saya menunjukkan fakta. Saya tidak mengada – ada. Meski fakta itu saya gunakan untuk merayu. Bait berikutnya saya manfaatkan untuk ucapan terima kasih. Lalu meminta maaf. Dan bait selanjutnya saya lanjutkan dengan kalimat tanya yang membabi buta, yang mungkin lebih menguras dadanya.

Melihat kelakuan saya yang tak keruan itu. Dia geram. Wajahnya serius. Dia memang tak sedang ingin bercanda atau dirayu. Dia marah besar. Kalimat yang dikirimkannya pun selalu terbatas. Bahkan perkata. Dia sekarang tak lagi kesal tetapi multi marah : benci, gondok, kesal bercampur satu. Padu. Mudah – mudahan masih terselip rasa sayang di dalam campuran itu.

Saya tahu di balik sifat yang pemarah itu, sebenarnya memiliki hati yang sangat baik dan lembut. Hati yang pernah membuat saya jatuh. Sering terbesit ingin membuat senyumnya mengembang kembali, namun buru – buru saya tepis karena memang waktunya tak sama persis seperti dulu. Persamaan itu sudah terlampau dibeda – bedakan dan semakin sulit untuk kembali disatukan. Saya tak ingin sekarang malah sering menyakiti dan berubah menjadi sosok pengganggu yang menakutkan hati mungilnya. Saya tetap bahagia walau hanya bisa menatapnya dari jauh. Walau senyum imutnya tak lagi buat saya seorang. Namun, banyak hal yang belum terlupa tentang Anda, banyak cerita yang masih tersimpan rapi yang sering membuat saya geli. Sebagai bahan tertawaan untuk menjadikan hari saya terus membaik dan membuat hati saya menjadi baik.

#Pria

Iklan

From → Galau Room

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: